5 Kendala dalam Penegakan Hukum Judi Online Menurut Islam

wymindo – Banyak faktor yang menjadikan manusia terjerat pada perjudian. Salah satunya adalah karena ingin cepat menjadi kaya tanpa harus berusaha dan bekerja dalam jangka waktu yang lama. Selain karena keperluan ekonomi, faktor kesempatan juga menjadi seseorang terjerat perjudian. Apalagi dengan adanya judi online, yang memberikan kesempatan bagi para pelakunya untuk lebih luas lagi untuk terlibat perjudian. Judi online sendiri memberikan candu kepada orang yang telah terlibat kepada permainan tersebut.

Adanya hukum juga tidak serta merta membuat pelakunya jera. Entah memang karena dirinya memiliki power atau memang karena kurangnya kesadaran pada diri mereka sehingga adanya hukuman pun tidak menjadikan pelaku merasa jera. Beberapa kendala dalam penegakan hukum judi online menurut islam dapat disimak pada pembahasan berikut ini.

Masyarakat kurang aware terhadap hukum judi online

Masyarakat masih menganggap remeh hukuman bagi pelaku judi. Hal ini menyebabkan masih tetap saja banyak wymindo masyarakat yang terlibat perjudian. Kurangnya kesadaran terhadap sanksi yang dapat berlaku bagi pelaku inilah yang tidak membuat jera bagi mereka untuk terus bermain judi. Hukuman dan sanksi yang ada dianggap remeh dan biasa saja.

Pentingnya mensosialisasikan pada masyarakat yang memiliki kawasan tingkat perjudian yang tinggi bahwa perjudian merupakan salah satu tindak pidana yang diatur hukumnya baik oleh syariat Islam maupun oleh negara.

Masyarakat yang memang belum bisa menerima

Selain masyarakat yang belum aware, ada pula masyarakat yang sudah tahu namun belum bisa menerima. Jika ini yang terjadi, maka memang keimanan manusia tersebut sedang berada pada kondisi turun. Hanya manusia tersebut yang dapat menahan hawa nafsu mereka dari perbuatan dosa dan maksiat.

Pentingnya pendidikan keimanan dan takwa yang diberikan sejak dini harusnya bisa menjadi perisai bagi manusia supaya ketika dewasa nanti dapat terjaga dari perbuatan dosa tersebut. adapun tingkat religiusitas seseorang akan berpengaruh terhadap perbuatan yang mereka lakukan, seperti menjauhi larangan dan menaati perintah termasuk hukum-hukum Islam.

Belum meluasnya pengajaran hukum pidana judi online menurut islam

Ketidaktahuan yang ada pada masyarakat, terutama dari kalangan akademisi, terbukti dapat dengan mudah kita temui kalangan seperti mahasiswa juga banyak yang melakukan praktik perjudian online ini, dapat terjadi karena minimnya pengetahuan mengenai ajaran hukum islam mengenai perjudian ini di lingkungan akademik mereka.

Generasi pendidik dituntut bukan hanya mengajarkan mengenai pendidikan akademik mereka saja, namun pentingnya pengajaran yang terkait dengan akhlak yang terpuji akan menghindarkan pelajar untuk berbuat sesuatu yang diharamkan oleh Allah.

Tidak yakin terhadap efektivitas hukum menurut Islam

Kendala pemberlakuan hukum judi online menurut islam yang berikutnya adalah karena tidak yakin terhadap efektivitas hukum tersebut. Masyarakat menilai bahwa pelaku yang masih melakukan perjudian tersebut karena hukum yang diberlakukan tidak memberikan efek yang membuat jera.

Ketidakyakinan mereka terhadap efektivitas hukum islam itu sendiri dikarenakan kurangnya pemahaman. Padahal hukum islami itu sumbernya dari Allah, bukan hanya berasal dari manusia. Pada masyarakat Islam, masyarakat akan menaati hukum bukan hanya karena takut kepada hukum dari pihak berwenang saja, namun juga takut karena itu merupakan larangan Allah.

Kurangnya literatur ilmiah mengenai hukum pidana sesuai syariat islam

Pihak yang berwenang mengatur hukum dan syariat Islam untuk diterapkan pada suatu negara adalah pemerintahannya. Jika pemerintahannya sendiri belum begitu paham mengenai hukum syariat islam tersebut, maka kecenderungan untuk menyusun suatu undang-undang berdasarkan syariat islam akan mustahil untuk dilakukan.

Adanya pemikiran yang negatif, pro dan kontra yang berlaku pada masyarakat yang bahkan masih awam mengenai penerapan hukum menurut islami dapat menjadikan hukum tersebut terkendala juga. Masyarakat tentu akan merasa ragu, apalagi jika aparat penegak hukumnya saja tidak memahami dengan benar kaidah hukum islam tersebut.

Sekian pembahasan mengenai kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan hukum islami mengenai permasalahan judi online tersebut. Memang apa yang dapat secara efektif mengurangi kegiatan perjudian tersebut adalah pada masyarakatnya masing-masing, yang seharusnya bukan hanya takut kepada aparat penegak hukum saja, namun juga takut akan adanya sanksi yang diberikan oleh Allah karena melanggar ketetapan-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *